Inilah 10 Syarat Jadi Imam Shalat, Syarat ke-9 Sering Dilupakan

- Desember 18, 2018
Ajaran Islam mengatur semua ibadah dengan rinci beserta syarat-syaratnya. Di antaranya adalah syarat-syarat menjadi imam shalat berjamaah, baik shalat wajib maupun shalat sunnah.

Dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily, Bab Shalat, Subbab Pembagian Shalat, Pembahasan Imam dalam Shalat Jamaah, disebutkan 10 syarat-syarat sahnya seseorang menjadi imam.

Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Islam

Orang kafir tidak boleh menjadi imam shalat. Ini merupakan ijma’ (konsensus) para ulama fikih Islam.

2. Berakal

Orang gila tidak sah menjadi imam, sebab ketika shalat sendirian saja shalatnya tidak sah.

3. Baligh

Anak-anak tidak sah mengimami orang-orang yang telah mencapai usia baligh menurut pendapat mayoritas ulama secara umum. Menurut mazhab Hanafi, anak-anak tidak sah mengimami shalat wajib dan shalat sunnah.

Sementara itu, menurut mazhab Maliki dan Hanbali, anak-anak tidak boleh mengimami shalat wajib saja, sedangkan dalam shalat sunnah, mereka boleh menjadi imam.

Pendapat lain disampaikan oleh mazhab Syafi’i, bahwa anak-anak boleh mengimami shalat orang dewasa.

4. Laki-laki tulen

Perempuan tidak boleh menjadi imam bagi laki-laki di semua shalat, baik shalat fardu (wajib) maupun sunnah.

Laki-laki menjadi imam bagi para jamaah yang terdiri dari laki-laki dan atau perempuan.

Apabila jamaah terdiri dari kaum perempuan, maka tidak disyaratkan imamnya adalah laki-laki. Menurut mazhab Syafi’i dan Hanbali, perempuan boleh mengimami kaum perempuan.

5. Suci dari hadats dan najis

Orang yang berhadats (tidak bersuci) atau terkena najis tidak boleh menjadi imam shalat.

6. Benar dalam bacaan dan rukun shalat

Seorang imam haruslah orang yang baik bacaannya terutama bacaan yang merupakan rukun shalat. Begitu pula, orang yang melaksanakan rukun shalat dengan benar.

Mayoritas ulama menilai, orang yang tidak bisa tulis baca Al-Qur`an, tidak boleh menjadi imam shalat.

Baca juga: Prabowo Mengaku Tak Pantas Jadi Imam

7. Bukan makmum

Seorang imam tidak sedang menjadi makmum bagi imam lainnya.

8. Tidak mengidap penyakit yang mengganggu kekhusyukan

Syarat ini disampaikan oleh mazhab Hanafi dan Hanbali. Penyakit yang maksud adalah sering mimisan, buang angin yang berlebihan, inkontinensia (susah menahan air kencing), dan sebagainya. 

9. Fasih dalam mengucapkan huruf-huruf Al-Qur`an

Seorang imam harus fasih melafalkan huruf Al-Qur`an atau huruf Arab. Orang cadel atau orang yang tidak mampu mengucapkan huruf-huruf tertentu dalam Al-Qur`an secara benar, tidak boleh menjadi imam shalat.

10. Orang yang adil

Syarat ini disampaikan oleh mazhab Hanbali. Orang adil yang dimaksud dalam istilah fikih adalah orang yang tidak fasik.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement

1 komentar:

avatar

PAK PRABOWO BERSUNGGUH-SUNGGUH MENJALANKAN RUKUN ISLAM.

Seorang maulaf tidak dipaksakan untuk bisa mengaji dengan cepat masih tahap belajar, seharusnya kita umat islam bersyukur seorang tokoh bangsa terkenal di indonesia mendapat hidayah dari Allah.Swt orang non muslim masuk islam jadi mualaf bertambah saudara kita bahkan sudah melaksanakan rukun islam ke 5 beribadah ke tanah suci mekah berhaji dan juga peduli pada umat islam pak prabowo menyumbang uang pribadi Rp.1 Miliar membantu perjuangan umat islam di palestina. itu bukti pak prabowo bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran islam dan sudah melaksanakan 5 rukun islam..

Prabowo belajar mengaji dan bahasa Arab dari Sambo. Belajar juga diisi dengan perbincangan ringan.

“Waktu itu belajar baca Iqro walaupun belum sampai Quran, tapi sudah bisa kalimat sambung. Belajar mengajinya sekitar 8 bulanan, kira-kira sampai 20 kali pertemuan dan itu intens,” tambah dia.
Selama mengajari Prabowo mengaji, saat itu Prabowo hampir berusia 50 tahun. Meski usia sudah separo abad, mantan Danjen Kopassus itu tak malu belajar. Kala salah membaca dan diminta mengulang, Prabowo tak sungkan.

“Beliau rendah hati dan orangnya komitmen serta terus terang,” kata Sambo.

Informasi lainnya, Sambo menerangkan, Prabowo memiliki komitmen pada umat Islam di Indonesia. Dalam perbincangannya di sela mengaji, Prabowo ingin umat Islam bisa maju.

“Pak Prabowo berbicara bahwa umat Islam adalah mayoritas di negeri ini, kalau umat Islam kuat maka Indonesia akan kuat, sebaliknya jika umat Islam lemah maka Indonesia akan lemah,” tutup dia.

https://www.gelora.news/2018/12/ini-bukti-prabowo-bisa-membaca-al-quran.html?fbclid=IwAR05M96SuEcYytdRyZ24P1mf8AHo6VcCcx79pintNC0YCr7kEWsKnFxNa30


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search