Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Hari? Ini Penjelasannya

- Maret 25, 2021

niat puasa ramadhan

Ramadhan akan segera tiba. Kita memerlukan berbagai persiapan dalam menyambutnya, termasuk persiapan ilmu. Nah, salah satu pertanyaan yang muncul menjelang Ramadhan adalah tentang niat puasa. Apakah niat puasa Ramadhan harus setiap hari?

Niat merupakan rukun puasa. Semua ulama sepakat, tanpa niat, puasa tidak sah. Niat ini yang membedakan apakah seseorang mau berpuasa, diet atau apa.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

Sesungguhnya seluruh amal tergantung pada niatnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An Nasa’i; shahih)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu menjelaskan, niat dari malam hari tetap dianggap sah dan niat tidak disyaratkan harus berbarengan dengan terbitnya fajar. Bahkan menurut madzhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan berbarengan dengan terbitnya fajar tidak sah.

Karena sulitnya menepatkan niat puasa menjelang terbitnya fajar, maka niat puasa Ramadhan boleh dilakukan pada malam hari, boleh pula pada waktu sahur. Yang tidak boleh jika niat dilakukan setelah terbitnya fajar. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh dilakukan di pagi hari.

Baca juga: 10 Syarat Menjadi Imam

Niat Harus Setiap Hari?

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab menjelaskan, menurut madzhab Syafi’i, Hanbali dan Hanafi, niat puasa Ramadhan harus diperbarui setiap hari puasa, pada malam hari sebelum tiba waktu fajar. Sedangkan menurut madzhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup dilakukan sekali di awal asalkan tidak terpotong sakit atau safar yang mengakibatkan tidak puasa.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, jumhur ulama berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan harus setiap hari. Sebab puasa tiap harinya terhitung sebagai ibadah yang mandiri, tidak terkait dengan puasa hari lainnya. Buktinya adalah perkara yang merusak (membatalkan) puasa pada satu hari tidak merusak puasa di hari lainnya.

Sedangkan menurut Madzhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali di malam pertama Ramadhan. Demikian pula puasa kafarat yang berturut-turut, cukup niat sekali di awal. Tidak setiap hari.

Pembahasan lengkap hingga lafadznya bisa dibaca di artikel Niat Puasa Ramadhan. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Fimadani]

 

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search