Ustadz Maaher Meninggal di Rutan, Ini Penjelasan Mabes Polri

- Februari 09, 2021

Dai dan pegiat media sosial Ustadz Abu Husain Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Rutan Bareskrim) pada Senin (8 Februari 2021) malam. 

Menurut keterangan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Humas Polri) Irjen Pol Argo Yuwono, Ustadz Maheer pernah dibawa ke RS. Polri. Setelah menjalani pengobatan, ia dinyatakan sembuh dan kembali ke rutan. 

Beberapa waktu kemudian, kata Argo, Ustaz Maheer sakit kembali. Tim kedokteran menyarankannya untuk dibawa ke rumah sakit. Namun ia tidak mau, hingga akhirnya wafat di rutan. 

Setelah meninggal dunia, jenazah dai muda kelahiran 14 Juli 1992 itu dibawa ke kediamannya di Bogor, lalu dishalatkan dan dimakamkan di kompleks Pesantren Tahfizh Daarul Quran Tangerang, Banten. Posisi makam Ustadz Maaher berdekatan dengan makam Syaikh Ali Jaber. 

Ustadz yang bernama Soni Eranata itu berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ia adalah sosok dai yang kritis dan tegas. Namun demikian, ia juga sering melontarkan guyonan dalam ceramah-ceramahnya. 

Ustadz Maheer meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Ustadz Yusuf Mansur (UYM) berjanji akan menyekolahkan anak almarhum di Pesantren Tahfiz miliknya. 

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search