Parah, Syaikh Saudi Ini Samakan Pembunuh Khashoggi Dengan Sahabat Nabi

- November 26, 2018
Kasus jurnalis Jamal Khashoggi yang meninggal di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki awal bulan Oktober lalu telah menarik perhatian internasional. Banyak pihak yang melakukan investigasi dalam kasus ini, termasuk pihak Arab Saudi.

Pekan lalu, Juru Bicara Kejaksaan Agung Arab Saudi menggelar konferensi pers tentang hasil investigasi tentang kronologi, pelaku, dan otak pembunuhan Khashoggi. Menanggapi hal ini, beberapa pihak mengapresiasinya dan pihak lain meragukannya.

Di antara pihak yang mengapresiasi hasil investigasi tersebut adalah Syaikh Saleh Al Moghamsy yang merupakan imam dan khatib Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya, dai Arab Saudi lulusan King Abdul Aziz University cabang Madinah itu berdoa untuk kebaikan Jamal Khashoggi dan keluarganya.

“Kita memohon agar Allah mengampuni saudara kita Jamal Khashoggi, memberi ganjaran yang berlipat ganda kepada keluarga dan anak-anaknya, serta memasukkannya ke dalam golongan orang-orang saleh,” tuturnya.

Sebelum mengomentari kasus Khashoggi, Al Moghamsy menceritakan kisah yang terjadi pada masa sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abu Bakar khalifah pertama dalam Islam.

“Tatkala Khalid bin Walid diutus Abu Bakar untuk memerangi orang-orang murtad (yang keluar dari agama Islam), dia melakukan perbuatan yang berada di luar wewenangnya. Khalid tidak sengaja membunuh seseorang. Melihat hal tersebut, sebagian sahabat nabi tidak setuju dengan perbuatan Khalid,” ujarnya.

Al Moghamsy lalu menyamakan insiden kematian Khashoggi dengan kisah tersebut.

“Terkait dengan pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi, menurut saya, mereka telah melakukan sebuah kesalahan. Jamal tidak seharusnya dibunuh. Hal ini seperti Khalid bin Walid yang tidak sengaja membunuh seseorang dalam perang,” tuturnya.

Selanjutnya, Al Moghamsy menuturkan bahwa Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman tidak bersalah. Sebab, katanya, mereka tidak pernah memerintahkan hal tersebut kepada tim yang ditugaskan untuk memulangkan Khashoggi ke Arab Saudi.

“Menurutku, Pemerintah Arab Saudi telah melakukan hal yang benar jika ditinjau dari sisi hukum dan syariat,” tambahnya.

Pernyataan Al Moghamsy tersebut menuai banyak kritikan terutama di dunia maya, seperti diberitakan Al Jazeera.

Dalam sebuah acara di kanal Dubai TV, Al Moghamsy ditanya oleh seorang pemirsa tentang pernyataannya yang menyerupakan pelaku pembunuhan Khashoggi dengan Khalid bin Walid.

“Saya tidak menyerupakan pelaku pembunuhan Khashoggi dengan Khalid, namun menyerupakan satu kondisi dengan kondisi lain,” bantahnya.

Al Moghamsy tidak merasa bersalah, karena menurutnya, dia mengatakan sesuatu sesuai dengan pengetahuannya.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search