Terungkap, Pertemuan Rahasia Arab Saudi dan Israel

- Juni 02, 2020
Sejumlah media Zionis Israel melaporkan, pemerintah Riyadh dan Tel Aviv telah mengadakan pembicaraan rahasia yang dimediasi Amerika Serikat (AS) sejak Desember 2019 lalu, terkait proposal Presiden AS Donald Trump tentang Deal of The Century “Kesepakatan Abad Ini" dan rencana Zionis Israel untuk mencaplok Lembah Yordania.

Pada Senin (1 Juni 2020), surat kabar Israel Hayom mengutip pernyataan pejabat Saudi yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa pembicaraan sensitif dan rahasia tersebut dilakukan oleh tim kecil diplomat dan pejabat keamanan dari ketiga pihak di wilayah pendudukan Israel, Amerika Serikat dan Arab Saudi, sebagai tanggapan terhadap rencana perdamaian Trump di Timur Tengah.

Menurut seorang diplomat senior Saudi, pejabat Yordania yang mengelola Wakaf Al-Quds sangat menentang semua perubahan yang terjadi dalam struktur Dewan Wakaf sampai beberapa bulan terakhir.

Setelah konfrontasi meletus di Pintu Ar-Rahmah di Masjid Al-Aqsa karena keputusan polisi Zionis Israel yang menempatkan detektor logam di pintu masuk situs suci umat Islam, pejabat Yordania memutuskan untuk memasukkan perwakilan Palestina ke Dewan Wakaf.

Surat kabar itu menyebutkan, pejabat Palestina yang bergabung dengan Dewan Wakaf telah membuka pintu bagi pemerintah Turki untuk berada di situs suci umat Islam.

Puluhan juta dolar telah dikucurkan Turki untuk Palestina dengan perintah langsung dari Presiden Recep Tayyip Erdogan melalui organisasi-organisasi nirlaba Islam.

Dalam beberapa tahun terakhir, secara resmi, Turki telah meningkatkan koordinasi dengan otoritas Palestina dan Yordania serta organisasi Arab dan Islam dalam rangka menghadapi rencana Israel untuk Yahudisasi Al-Quds dan menentang Deal of The Century.

Lebih lanjut, surat kabar tersebut mengutip seorang diplomat Arab, bahwa sekalipun saat ini pejabat Yordania mengizinkan orang-orang Turki untuk melakukan kegiatan kemanusian tanpa hambatan di kompleks Masjid Al-Aqsa, namun dalam beberapa tahun kedepan, bantuan Turki akan diabaikan.

“Pejabat Yordania membutuhkan suntikan dana dan pengaruh Arab Saudi untuk menghentikan Turki. Seperti halnya Israel dan Amerika Serikat membutuhkan dukungan Saudi dalam mengaplikasikan rencana perdamaian di Timur Tengah dan mencaplok wilayah Lembah Yordania,” jelasnya.

Selama ini, Pemerintah Turki telah berkontribusi mendukung warga Palestina di Al-Quds melalui sikap politiknya secara nasional dan internasional.

Sebagian besar usaha Turki itu digagalkan oleh Zionis Israel. Mereka meneror lembaga-lembaga kemanusiaan Turki di Al-Quds dan memenjarakan karyawannya.

Zionis Israel juga membatasi warga Turki yang ingin mengunjungi Masjid Al-Aqsa. Sebab, mereka percaya bahwa kehadiran Turki dapat memperkuat identitas keislaman Al-Quds dan menghalangi proyek permukiman yang mereka lakukan.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search