Shalat Jumat di Masjid, Prabowo Langgar Aturan Kampanye? Ini Penjelasan Bawaslu

- Desember 30, 2018
Calon Presiden nomor urut 02 melakukan shalat jumat di salah satu masjid di kota Ambon Maluku. Sejumlah pihak mempertanyakan, apakah di telah melanggar aturan kampanye atau tidak.

Menanggapi hal itu, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) menyampaikan keterangan.

“Kehadiran Capres Prabowo di Masjid Al Fatah hanya mengikuti shalat Jumat dan memperkenalkan diri dan tidak ada kampanye, jadi tidak ada pelanggaran pemilu,” ujar Komisioner Bawaslu Maluku, Astuti Usman di Ambon, Sabtu (29 Desember 2018) seperti dilansir Antara.

Hal tersebut dikatakan Astuti pada saat menghadiri diskusi seputar pemilu 2019 di kantor Polda Maluku.

Diskusi tersebut membahas peran media massa untuk kesuksesan pemilu di Provinsi Maluku.

Astuti menjelaskan, Bawaslu mempunyai sikap tegas dalam menjalankan peraturan pemilu. Ada beberapa lokasi yang tidak boleh digunakan untuk berkampanye yang mana salah satunya adalah tempat ibadah.

Terkait dengan hadirnya Prabowo di Ambon, Astuti menuturkan, Bawaslu telah menerima surat dari pihak capres tersebut.

Pada saat mengikuti shalat Jumat di sana, Prabowo tidak mengadakan kampanye, baik secara langsung ataupun tidak. Sehingga, menurut Astuti, Prabowo tidak menyalahi peraturan kampanye.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement

1 komentar:

avatar

PAK PRABOWO BERSUNGGUH-SUNGGUH MENJALANKAN RUKUN ISLAM.

Seorang maulaf tidak dipaksakan untuk bisa mengaji dengan cepat masih tahap belajar, seharusnya kita umat islam bersyukur seorang tokoh bangsa terkenal di indonesia mendapat hidayah dari Allah.Swt orang non muslim masuk islam jadi mualaf bertambah saudara kita bahkan sudah melaksanakan rukun islam ke 5 beribadah ke tanah suci mekah berhaji dan juga peduli pada umat islam pak prabowo menyumbang uang pribadi Rp.1 Miliar membantu perjuangan umat islam di palestina. itu bukti pak prabowo bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran islam dan sudah melaksanakan 5 rukun islam..

Prabowo belajar mengaji dan bahasa Arab dari Sambo. Belajar juga diisi dengan perbincangan ringan.

“Waktu itu belajar baca Iqro walaupun belum sampai Quran, tapi sudah bisa kalimat sambung. Belajar mengajinya sekitar 8 bulanan, kira-kira sampai 20 kali pertemuan dan itu intens,” tambah dia.
Selama mengajari Prabowo mengaji, saat itu Prabowo hampir berusia 50 tahun. Meski usia sudah separo abad, mantan Danjen Kopassus itu tak malu belajar. Kala salah membaca dan diminta mengulang, Prabowo tak sungkan.

“Beliau rendah hati dan orangnya komitmen serta terus terang,” kata Sambo.

Informasi lainnya, Sambo menerangkan, Prabowo memiliki komitmen pada umat Islam di Indonesia. Dalam perbincangannya di sela mengaji, Prabowo ingin umat Islam bisa maju.

“Pak Prabowo berbicara bahwa umat Islam adalah mayoritas di negeri ini, kalau umat Islam kuat maka Indonesia akan kuat, sebaliknya jika umat Islam lemah maka Indonesia akan lemah,” tutup dia.

https://www.gelora.news/2018/12/ini-bukti-prabowo-bisa-membaca-al-quran.html?fbclid=IwAR05M96SuEcYytdRyZ24P1mf8AHo6VcCcx79pintNC0YCr7kEWsKnFxNa30


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search