Di Tengah Badai, Inilah Proyek Kebanggan Pangeran Saudi

- November 16, 2018
Di tengah ‘badai’ yang dihadapi Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman karena namanya diduga kuat oleh sejumlah kalangan terlibat dalam kematian jurnalis Jamal Khashoggi dan serangan Israel ke Jalur Gaza Ahad (11 November 2018) lalu, dia tetap melakukan beberapa program kebanggan pemerintah yang berkaitan dengan sisi relijius warganya.

Putra Mahkota Arab Saudi itu yang notabene menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, pada hari Senin (12 November 2018) lalu menerbitkan surat perintah untuk pengembangan masjid-masjid yang berada di Kerajaan Arab Saudi.

Menurut kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Muhammad bin Salman menginstruksikan pihak-pihak terkait untuk merekonstruksi dan merenovasi 130 masjid bersejarah di Kerajaan Arab Saudi dalam program “Proyek Muhammad bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah.”

Proyek rekonstruksi masjid ini merupakan salah satu program yang diadopsi oleh Presiden Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi yang juga merupakan pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Turats, Pangeran Sultan bin Salman. Hal ini dia canangkan karena perhatiannya dalam semua hal yang berkaitan dengan pelestarian warisan arsitektur Islam.

Program restorasi masjid bersejarah ini didukung oleh para pejabat tinggi kerajaan. Hal ini terbukti dengan keputusan Raja Salman bin Abdul Aziz yang mensponsori peluncuran program tersebut di wilayah Diriyah dan Jeddah.

Di samping itu, Raja Salman juga menjadi sponsor untuk program restorasi salah satu masjid bersejarah di Jeddah yaitu Masjid Hanafi. Program ini juga didukung oleh para gubernur, pengusaha dan donatur di Arab Saudi.

Alasan utama Pangeran Muhammad Bin Salman mencanangkan program restorasi masjid-masjid bersejarah itu adalah karena bangunan tersebut merupakan salah satu simbol penting dari warisan arsitektur peradaban Islam dan untuk menjaga karakter aslinya. Sebab, masjid-masjid yang akan direnovasi melalui program tersebut memiliki akar sejarah, budaya dan sosial yang menjadi ciri khasnya.

Sejak program ini diluncurkan 20 tahun yang lalu, proyek yang diinstruksikan Pageran Muhammad bin Salman pada tahun 1440 H (2018) ini merupakan proyek terbesar dalam sejarah jika ditinjau dari jumlah masjid dan total biaya pembangunan.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search