Ingin Membersihkan Diri dari Dosa? Lakukan 3 Hal Ini

- April 03, 2020
Segala puji hanya bagi milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, para shahabatnya, orang-orang yang mengikut mereka hingga akhir zaman.

Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dalam keadaan lemah. Tidak satu pun dari mereka yang luput dari sikap salah, lalai, lupa atau ingkar. Di antara bentuk kasihan sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang lemah adalah membuka pintu taubat bagi mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.” (QS. Az-Zumar: 53-54).

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (QS. An-Nisa`: 27).

Dalam Al-Qur`an terdapat banyak ayat di surat-surat berbeda yang menerangkan tentang pintu taubat dan harapan bagi orang-orang yang telah melakukan dosa. Bahkan, kejahatan mereka Allah ganti dengan kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman,

“Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70).

Allah Ta’ala juga berfirman bahwa Dia menerima taubat para hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya Ta’ala,

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syura: 25).

Allah Ta’ala menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan. Hal tersebut dinyatakan dalam hadits yang berbunyi,

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.” (HR. Al-Tirmidzi, ia mengatakan, “Status hadits ini hasan gharib.”) Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani.

Allah Ta’ala juga tidak menerima taubat seseorang ketika matahari terbit dari arah barat, berdasarkan hadits yang berbunyi,

“Siapa saja yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, sungguh Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim).

Dosa-dosa besar tidak bisa dihapus kecuali dengan taubat nasuha (pertaubatan yang tulus). Apabila seseorang bertaubat dengan tulus dan ia memenuhi syarat-syaratnya yaitu menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya, menghentikan perbuatan dosanya, dan bertekad untuk tidak kembali melakukan dosanya, maka taubatnya itu menghapus semua kesalahannya yang telah berlalu.

Sungguh, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Orang yang bertaubat dari dosanya seperti seseorang yang tidak pernah melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah) Hadits ini dinilai hasan oleh Al-Albani.

Adapun dosa-dosa kecil bisa dihapus dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala, seperti berwudhu, melaksanakan shalat lima waktu, shalat Jumat, puasa dan shalat tarawih di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat dan sedekah, haji dan umrah, dan semua amal kebaikan yang ada.

Banyak dalil yang menerangkan hal tersebut, di antaranya firman Allah Ta’ala,

“Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud: 114).

Dalam Shahih Muslim disebutkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berbunyi,

“Siapa saja yang berwudhu dan memperbaiki wudhunya maka dosa-dosanya akan keluar dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada para shahabatnya,

“Apakah kalian mau aku tunjukkan amalan yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat?”

Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”

Rasulullah lalu bersabda, “(Yaitu) menyempurnakan wudhu pada waktu yang tidak disukai, memperbanyak langkah kaki menuju masjid, dan menunggu shalat (selanjutnya) setelah shalat (yang telah dikerjakan). Yang demikian itulah Ar-Ribat (berjaga-jaga di jalan Allah).” (HR. Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Shalat lima waktu, (shalat) Jumat ke Jumat berikutnya, (puasa) Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Ibadah umrah ke umrah berikutnya adalah penebus (dosa) di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Barang siapa yang melaksanakan ibadah haji, lalu ia tidak berkata kotor dan tidak melakukan kefasikan, maka ia akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sedekah dapat menghapus dosa seperti air yang memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,

“Siapa saja yang mengucapkan tasbih (subhanallah) setelah selesai shalat sebanyak 33 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan takbir (allahu akbar) 33 kali, sehingga berjumlah 99 kali, kemudian menyempurnakannya seratus dengan berzikir: La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai in qadir (Tidak ada Tuhan berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan segala pujian hanya milik-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka akan diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Bahkan, jika seseorang menghindari dosa-dosa besar saja, itu sudah menghapus dosa-dosa kecil. Allah Ta’ala berfirman,

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa: 31)

Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa ada 3 cara untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.

1. Taubat nasuha (pertaubatan yang tulus)

Taubat nasuha akan membersihkan diri manusia dari dosa seperti air yang membersihkan kotoran dari tubuhnya. Orang yang bertaubat dari dosanya ibarat orang yang tidak memiliki dosa. Allah Ta’ala berfirman,

“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

2. Istighfar (memohon ampunan kepada Allah)

Istighfar dalam diucapkan dalam berbagai lafal yang terdapat dalam dalam Al-Qur`an dan hadits. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110).

3. Amal saleh dan perbuatan baik

Banyak amal saleh yang dapat dilakukan untuk membersihkan diri dari dosa yaitu shalat, puasa, sedekah, haji, umrah, berbakti kepada orang tua, zikir, doa, membaca Al-Qur`an. Hal ini seperti yang difirmankan Allah Ta’ala,

“Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud: 114).

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapusnya.” (HR. At-Tirmidzi, dia mengatakan hadits ini hasan.)

Semoga Allah memudahkan kita untuk bertaubat kepada-Nya, menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala laragan-Nya. Aamiin, Allahumma Aamiin.

Tulisan ini disarikan dari fatwa Syaikh Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search