Mengharukan, Inilah Pesan Habib Bahar Sebelum Ditahan Polda Jabar

- Desember 19, 2018
Pada Selasa (18 Desember 2018) Habib Bahar bin Smith resmi ditahan di Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) karena dijerat pasal penganiayaan.

Sebelum ditahan, Habib Bahar mengirim pesan suara kepada salah seorang habib yang bernama Habib Hanif ibn Abdurrahman Al-Athas agar menyampaikan pesannya kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

Berikut adalah pesan Habib Bahar bin Smith

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Akhina Al-Habib Hanif ibn Abdurrahman Al-Athas.

Sampaikan kepada umat, andaikan hari ini ana (saya) tidak keluar dari Polda Jawa Barat, maka berarti ana sudah ditahan (dalam tahanan). Qalarrasul Shallallahu Alaihi wa Sallam (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda),

مَنِ انْتَسَبَ إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ 

“Barang siapa yang bernasab kepada selain bapaknya maka dia dilaknat.” 

Wa Qalarrasul (dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda),

مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ فَهُوَ يَعْلَمُ أَنًّهُ غَيْرُ أَبِيْهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ، فَقِيْلَ: وَقَدْ كَفَرَ بِاللهِ 

“Barang siapa yang mengakui orang lain sebagai bapaknya atau mengakui nasab (keturunan) lain sebagai nasabnya, maka surga baginya diharamkan.”

Dalam dalam riwayat lain (disebutkan), "Maka dia telah kafir kepada Allah Ta’ala."

Saya ditangkap, saya dipenjara, saya bukan teroris, saya bukan penjahat, saya bukan (pelaku) kriminal, saya bukan bandar narkoba, saya bukan koruptor, saya bukan penjilat, saya bukan penjahat.

Tapi saya ditangkap, saya dipenjara karena menjaga kemurnian, kesucian nasab (keturunan) para habaib, nasab para alawiyyin Alawiyyin (keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fathimah) yang di mana saya bertanggung jawab atas apa-apa yang dilakukan oleh murid saya, karena ketidakrelaan atas adanya habib-habib palsu atau habib-habib gadungan.

Jikalau polisi saja tidak terima apabila ada polisi palsu, polisi gadungan. Tentara saja tidak terima apabila ada tentara palsu, apabila ada tentara gadungan.

Padahal, polisi dan tentara itu adalah jabatan, itu adalah profesi, pangkat yang sifatnya akan hilang. Sedangkan garis keturunan itu adalah zat yang tidak akan hilang.

Maka bagaimana mungkin kami tidak marah apabila ada orang-orang yang mengaku bagian daripada kami (keturunan habaib). Saya ditangkap, saya dipenjara karena menjaga nasab habaib, menjaga kemurnian, kesucian nasab zurriyah (keturunan) Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam agar nasab para habaib selalu terjaga dan untuk menjaga kehormatan para syarifah (wanita keturunan nabi).

Karena, jikalau ada para habib-habib palsu mereka pasti akan menikahi syarifah. Sedangkan syarifah tidak boleh menikah kecuali golongan dari kita.

Karena kita kafaah ahlul bait, memiliki ijtihad (pendapat) tersendiri. Para ahlul bait (keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) memiliki ijtihad tersendiri dalam kafaah (perimbangan) pernikahan.

Oleh karenanya, ya akhina (saudara kami) Al-Habib Hanif ibn Abdurrahman Al-Athas, kalau antum (Anda) mendengar kabar ana ditangkap atau ana dipenjara karena kasus ini, maka sampaikan kepada umat bahwasanya mereka rezim penguasa tidak bisa menjatuhkan ana dengan gunung, maka mereka akan menjatuhkan dengan kerikil.

Oleh karenanya, Al-Faqir (saya hamba yang fakir) mengharapkan akhina Al-Habib Hanif ibn Abdurrahman Al-Athas menyampaikan ini kepada umat(Islam Indonesia).

Insya Allah, Allah panjangkan umur antum. Aamiin, aamiin ya rabbal Alamin.

Wal Afwu minkum

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pesan ini juga dimuat oleh sejumlah situs daring seperti Viva dan lainnya.

Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga saat ini masih ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Keturunan beliau berasal dari cucu beliau bernama Hasan dan Husain yang merupakan anak dari Ali bin Abi Thalib dan Fathimah.

Dari Hasan dan Husain ini lahirnya banyak keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Namun, yang lebih banyak dikenal adalah keturunan beliau dari garis Husain.

Keturunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berada di Indonesia berasal dari Hadramaut, Yaman. Mereka disebut dengan Alawiyyin disandarkan kepada Ali bin Abi Thalib.

Adapun julukan atau gelar bagi keturunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah habib untuk laki-laki dan syarifah untuk perempuan.

Pada umumnya, mereka menikah sesama mereka agar garis keturunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap ada hingga akhir zaman nanti.

Keutamaan ahli bait (keturunan) Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga disebutkan dalam banyak hadits. Tentunya, keutamaan tersebut berlaku bagi mereka yang menjalankan ajaran Islam dengan baik dan benar.

Tidak dipungkiri, ada sebagian orang jahat dan berniat busuk untuk menjelek-jelekan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan mengaku-ngaku sebagai keturunannya. Hal tersebut tentu sangat dilarang dalam agama Islam.

Perlu dicatat, tidak semua orang Arab atau keturunan Arab yang berdomisili di Indonesia adalah keturunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sebagian dari mereka ada yang berasal dari kalangan bangsawan, ada yang berasal dari rakyat biasa.

Hal ini mesti diketahui oleh masyarakat secara umum agar tidak salah dalam menilai seseorang.

Di samping itu, perlu juga diingat adalah menghormati keturunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sesuai dengan cara yang baik, tidak berlebih-lebihan. Sebab, sikap berlebih-lebihan akan mengarah kepada hal yang tidak baik dalam beragama.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search