Bikin Terenyuh, Kisah Imam Masjid yang Dipecat Muhammad bin Salman

- November 29, 2018
Seorang imam Masjid Fitzrovia, London, Inggris diberhentikan secara sepihak akibat melontarkan kritik kepada Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salma. Hal ini sungguh di luar dugaannya. Sebab, dia telah bekerja di masjid tersebut selama selama 22 tahun sebagai imam, khatib dan penceramah.

Imam masjid yang bernama Ajmal Masroor itu mengatakan, bahwa pada suatu pagi, dia menerima telepon dari salah seorang pengurus masjid dan mengabarinya bahwa dia tidak dibutuhkan lagi. Maknanya, dia dipecat dari masjid dan Islamic Center tempat dia bekerja.

Masjid Fitzrovia itu dikelola oleh Liga Dunia Islam dan didanai oleh pemerintah Arab Saudi.

Ajmal yang lahir di Bangladesh itu juga berprofesi sebagai pembicara di sejumlah Televisi di Inggris, di antaranya Islam Channel, Channel S, Shariah TV dan lainnya.

Kanal Al Jazeera melakukan wawancara perihal pemecatan Ajmal. Berikut petikannya:

Anda mengetahui bahwa masjid tempat Anda menjadi imam itu didanai oleh pemerintah Arab Saudi, namun demikian Anda berani melontarkan kritik kepada Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Kenapa?

Saya berprofesi sebagai imam dan dai di masjid tersebut selama 22 tahun. Selama kurun waktu tersebut, saya bekerja secara sukarela dan tidak pernah menerima gaji. Hal itu karena 99 persen jamaah masjid berasal dari orang Inggris. Mereka hanya paham bahasa Inggris. Oleh karena itu, saya mengabdi di masjid tersebut.

Selama ini, kritikan yang kami sampaikan kepada para putra mahkota sebelum Muhammad bin Salman tidak ada masalah. Namun, pada saat ini jelas berbeda. Orang-orang tidak boleh menyampaikan kritik kepada Muhammad bin Salman. Tidak ada lagi kebebasan berpendapat.

Bapak Ajmal, saat ini Anda sudah resmi diberhentikan dari Islamic Center tempat Anda bekerja?

Benar. Pengurus menghubungi saya setelah saya menulis tentang peristiwa pembunuhan Jamal Khashoggi. Mereka mengatakan, “Kami tidak lagi membutuhkan Anda bekerja di sini. Anda menggunakan mimbar untuk menyebarkan kabar hoax tentang urusan negara kami dan putra mahkota kami.”

Aku katakan, “Tidak apa-apa. Namun, pada kenyatannya kalian memang telah membunuh Jamal Khashoggi. Kami akan terus melakukan aksi sampai kedok kalian terbongkar.”

Kenapa pemerintah Arab Saudi mengontrol kegiatan di Islamic Center. Apakah mereka berfungsi sebagai donator atau ada fungsi lain?

Menurut saya, mereka adalah pemilik gedung tersebut. Mereka pula yang mendanainya. Sehingga, mereka bebas mengusir siapa saja dan merekrut siapa saja yang mereka kehendaki. Di samping itu, mereka juga memiliki kekuatan politik.

Kenapa Anda terus terang membicarakan pembunuhan Jamal Khashoggi. Kenapa tidak Anda lakukan cara lain untuk mengkritik Muhammad bin Salman?

Sebagai muslim, imam dan dai, saya harus mengatakan kebenaran tentang kasus tersebut dan mengungkap siapa pelakunya. Muhammad bin Salman tidak saja harus bertanggung jawab atas kematian Khashoggi, tapi juga terhadap rakyat sipil yang meninggal dalam Perang Yaman. 

Muhammad bin Salman tidak pantas menjabat sebagai putra mahkota karena telah melakukan banyak kejahatan.

Saya ingin katakan kepada Muhammad bin Salman dan para tiran lain di dunia, bahwa apabila kalian melanggar hak-hak asasi manusia, maka kami akan membuka kedok kalian.

Sekarang, apa upaya yang Anda lakukan terhadap pemecatan Anda dari Islamic Center. Apakah Anda akan mengajukan keberatan ke pengadilan?

Saya tidak akan ke pengadilan untuk menuntut hak saya. Namun, saya akan terus melakukan kampanye tentang pelanggaran hak-hak asasi manusia. Sungguh bumi Allah sangat luas. Memang saya dipecat dari masjid ini namun masih ada ratusan masjid lain yang meminta saya untuk menjadi imam dan dai.

Saya tidak pernah gelisah memikirkan rezeki. Saya yakin bahwa rezeki saya sudah diatur oleh Allah Ta’ala.

Sebagai manusia yang mempunyai hati nurani, saya akan selalu membela kebenaran dan keadilan, mengampayaken kebebasan berpendapat. Sehingga, dunia Islam tidak lagi diganggu oleh para tiran. Saya ingin dunia Arab menjadi pemimpin dunia seperti dahulu kala.

[Abu Syafiq/Fimadani]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search